Powered By Blogger

Sabtu, 30 Oktober 2010

Konsep Etika Profesi Akuntansi

Konsep Etika Profesi Akuntansi

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari sudut auditor independen, auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan, tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

Pengertian etika

* Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
* Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral
* Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya
Fungsi Etika

  1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
  2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
  3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

1. Kebutuhan Individu

2. Tidak Ada Pedoman

3. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi

4. Lingkungan Yang Tidak Etis

5. Perilaku Dari Komunitas

Sanksi Pelanggaran Etika :

1. Sanksi Sosial

Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’

2. Sanksi Hukum

Skala besar, merugikan hak pihak lain.

Jenis-jenis Etika

1. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar

2. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.

  • Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial.
  • Etika sosial dibagi menjadi:

o Sikap terhadap sesama;

o Etika keluarga

o Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsiparis, dokumentalis, pialang informasi

o Etika politik

o Etika lingkungan hidupserta

o Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dsb. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas.

Perilaku Etika dalam Bisnis

Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan.

Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Padahal, perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas.

Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan, membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita.

Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000, sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll.

Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi.


Sumber : http://blogtiara.wordpress.com/2010/10/10/konsep-etika-profesi-akuntansi/

Rabu, 29 September 2010

Kode Etik Profesi Akuntan

Standar etika ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofi.
Prinsip - prinsip ini bersifat teoritis

Standar etika minimum yang dinyatakan sebagai peraturan spesifik.
Peraturan ini bersifat praktis

Berbagai interpretasi atas peraturan etika yang disusun oleh Divisi Etika Profesi AICPA.
Interpretasi ini bersifat teoritis, tetapi praktisi harus menyesuaikan
penyimpangannya

Publikasi penjelasan serta beragam jawaban atas pertanyaan tentang peraturan etika yang disampaikan pada AICPA oleh para praktisi serta pihak lainnya yang tertarik akan ketentuan - ketentuan etika.
Interpretasi ini bersifat teoritos, tetapi praktisi harus menyesuaikan
penyimpangannya


sumber: Alvin A. Arens

Standar Profesional Akuntan Publik

Standar Umum
  1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
  2. Dalam semua yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
Standar Pekerjaan Lapangan
  1. Pekerjaaan harus direncanakan sebaik - baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yag akan dilakukan.
  3. Bukti audit kompeten yang memadai harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan hasil audit.
Standar Pelaporan
  1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya.
  3. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
  4. Laporan audit harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat tanggungjawab auditor yang bersangkutan.


sumber: Alvin A. Arens

Kamis, 20 Mei 2010

contoh abstrak

Pengaruh Suku Bunga SBI Terhadap Simpanan Masyarakat Pada Bank Umum di Indonesia
( Septi Mariani. 2009. UG jurnal. Jakarta. hlm 1)

Salah satu indikator perkembangan ekonomi di Indonesia adalah perkembangan simpanan masyarakat. Penelitian ini untuk bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perkembangan sku bunga SBI terhadap simpanan masyarakat selama tahun 2001. Data yang digunakan adalah laporan keuangan bank umum dari tahun 1999 sampai 2001. Analisa digunakan menggunakan regresi linier, Uji-t dan Uji-F. Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara suku bunga bank, suku bunga SBI dan simpanan masyarakat. Namun faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengujian yaitu kondisi ekonomi yang belum memperlihatkan indikasi yang belum pulih, nilai tukar dan inflasi yang tidak stabil, penerapan kebijakan moneter yang kurang efektif serta perkembangan moneter yang belum membaik, justru lebih mendominasi perkembangan simpanan masyarakat.


Tingkat Kepuasan Nasabah Bank Srikandi
( Ary Natalina. 2009. UG jurnal. Jakarta. hlm 25)

Tingkat nilai kualitas jasa akan sangat menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Bila jasa yang dirasakan sama dengan jasa yang diharapkan maka terjadi kepuasan pelanggan. Studi ini dimaksud untuk mengkaji bagaimana kinerja jasa pelayanan Bank Srikandi menurut tingkat kepuasan nasabahnya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas jasa-0,2 artinya kinerja jasa masih dibawah 0,2 dari jasa yang diharapkan. Sedangkan untuk tingkat kepuasan nasabah sebesar 94%. Kontibusi terbesar dari kualitas jasa dan kepuasan nasabah disumbangkan dari dimensi keresponsifan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kinerja jasa yang diberikan perusahaan relatif baik sesuai harapan nasabah.

Resume - resume

PENGARUH SUKU BUNGA SBI TERHADAP SIMPANAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM DI INDONESIA

Faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk menyimpan uang dibank antara lain adalah: tingkat suku bunga bank, kondisi perekonomian ( tingkat inflasi dan posisi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing) serta adanya kepastian penjaminan simpanan dari pemerintah.
Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia berpengaruh terhadap simpanan masyarakat pada bank umum. Hal ini dibuktikan dengan uji-t, didapat hasil 2,329 yang berarti hipotesa yang diajukan diterima. Hubungan positif antara tingkat suku bunga SBI dengan simpanan masyarakat pada bank dipengaruhi oleh tingkat suku bunga bank karena peningkatan pada suku bunga SBI akan meningkatkan jumlah simpanan masyarakat pada bank, walaupun tidak memiliki dampak secara langsung.
Beberapa kebijakan dibinga moneter yang dijalankan pemerintah, cenderung tidak efektif, walaupun sudah melalui Operasi Pasar Terbuka dan pengendalian suku bunga SBI, namun hasil yang dicapai belum maksimal. Terbukti selama tahun 2001, walaupun inflasi menurun namun nilai tukar rupiah dan rasa aman pada masyarakat belum membaik juga sehingga jumlah simpanan masyarakat juga tidak mengalami peningkatan yang berarti. Kebijakan moneter yang dijalankan selama tahun 2001, ditujukan untuk meningkatkan suku bunga SBI yang diikuti oleh suku bunga yang diharapkan mampu menyerap likuiditas yang terjadi lebih baik lagi. Namun faktor ketidakstabilan kondisi politik selama tahun 2001 menjadi faktor lain yang lebih mendominasi sehingga tujuan tersebut belum tercapai.



TINGKAT KEPUASAN NASABAH BANK SRIKANDI

Banyaknya atribut dalam kinerja jasa pelayanan yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terdapat pada kuadran I, yang berarti bahwa tingkat kinerja jasa pelayanan relatif tinggi dan tingkat kepentingan nasabah juga tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah bank srikandi sudah merasa puas atas kinerja yang telah diberikan oleh bank srikandi. Untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan nasabah serta bersaing dengan bank-bank lain, bank srikandi harus dapat mempertahankan prestasinya. Bank srikandi memiliki keunggulan kompetitif yang direalisasikan melalui produk-produk jasa layanan bank srikandi, sehingga memungkinkan nasabah lebih memilih bank srikandi yaitu bank pemerintah yang terpercaya.
Untuk keresponsifan yaitu dalam hal ketepatan dan kecepatan melayani nasabah, kemampuan dalam menyelesaikan pelayanan kepada nasabah, serta kejujuran dan keterbukaan pimpinan/staf dalam memberikan informasi dan layanan jasa bank perlu mendapatkan perhatian supaya nasabah tidak menunggu lama untuk melakukan transaksi jasa bank sehingga akan meningkatkan peran manajemen dalam menanggapi keluhan nasabah.

Senin, 15 Maret 2010

Research

  • cari 1 hasil penelitian akuntansi yang paling anda paling sukai dari majalah ilmiah atau bacaan lain dan tuliskan secara urut mulai dari judul, penulis, waktu penerbitan, nama majalah, lembaga penerbitan, volume dan nomor majalah!
Analisis Hubungan Biaya-volume-laba Dalam Perencanaan laba jangka pendek Pada Iwan
Sepatu, Jimmy Leonardo, 2006, Gunadarma
  • Tuliskan komponene-komponen dalam artikel tersebut menurut kalian!
Latar Belakang Masalah
Rumusan dan Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Metode Penelitian
Sistemati Penelitian
  • Identifikasi artikel penelitian yang anda pilih apakah merupakan basic research atau applied research!
Basic Research

1. Cari 1 hasil penelitian akuntansi yang paling anda sukai dari majalah ilmiah atau bacaan lain dan tuliskan secara urut mulai dari judul, penulis, waktu penerbitan, nama majalah, lembaga penerbitan, volume dan nomor majalah!

ANALISIS HUBUNGAN BIAYA-VOLUME-LABA DALAM PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA IWAN SEPATU, Jimmy Leonardo, 2006, Gunadarma

2. Tuliskan komponen-komponen (urutan) dalam artikel tersebut menurut pengetahuan anda!

Latar Belakang Masalah

Rumusan dan Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Metode Penelitian

Sistematik Penelitian

3. Identifikasikan artikel penelitian yang anda pilih (1) apakah merupakan basic research atau applied research!

merupakan basic research